Abstract:
Sebagai Ibu Kota, Jakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang mengimplementasikan
TIK dan mentransformasikannya menjadi kota yang cerdas. Beberapa kegiatan yang berkaitan
dengan kebijakan publik telah menggunakan aplikasi TIK yang dikelola melalui pusat
komando pemantauan dan evaluasi. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui apakah aplikasi
TIK yang telah diterapkan mempengaruhi kegiatan bepergian di DKI Jakarta, terutama yang
berkaitan dengan pengalaman wisata. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data
kuantitatif dengan mengambil sampel wisatawan asing dan domestik dari 190 responden
masing-masing. Penyebaran kuesioner dilakukan di beberapa tempat wisata utama di DKI
Jakarta seperti Monas, Kota Tua, Taman Mini Indonesia Indah, Kebun Binatang Ragunan.
Hasil penelitian menemukan bahwa TIK belum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
pengalaman bepergian di DKI Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji TIK untuk
pengalaman wisatawan yang bepergian dalam kaitannya dengan Jakarta sebagai kota pintar
yang mendukung pengembangan wisata cerdas tujuan.