Repository

Fasilitas Interpretasi Non-Personal Dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan PEngunjung Di Museum Pos Bandung

Show simple item record

dc.contributor.author T.P.H SIRAIT, RAPHAEL
dc.date.accessioned 2016-10-25T06:51:42Z
dc.date.available 2016-10-25T06:51:42Z
dc.date.issued 2016-10-24
dc.identifier.uri http://stp-bandung.net/repository/handle/123456789/217
dc.description.abstract Interpretasi non-personal adalah penyampaian informasi yang menggunakan audio, audio-visual, multimedia, lukisan, panel dan display, patung sehingga pengunjung dapat memahami langsung. Colquhoun (2005:60) . Museum Pos Indonesia terletak di kawasan pusat kota Bandung, Jawa Barat. Dari tahun ke tahun tingkat jumlah kunjungan wisatawan ke museum mengalami peningkatan, akan tetapi masih ada beberapa pengunjung yang merasa tidak puas terhadap fasilitas interpretasi non-personal di Museum Pos Bandung. Museum Pos Bandung melakukan pembaharuan fasilitas interpretasi non- personal dalam upaya untuk meningkatkan kepuasan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sejauh mana tingkat keefektifitasan fasilitas interpretasi non-personal dalam upaya meningkatkan kepuasan pengunjung. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dan verifikatif dengan metode yang digunakan adalah explanatory survey. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yaitu wisatawan yang berkunjung ke Museum Pos Bandung dengan teknik penarikan yang digunakan yaitu probality sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA). Variabel dalam penelitian ini adalah interpretasi non-personal yang memiliki dimensi sebagai berikut panel, label, brosur, signage, dan Media Tanggapan pengunjung terhadap fasilitas interpretasi di Museum Pos Bandung dinilai tinggi dengan persentase sebesar 72,89%. Pengunjung Museum Pos Bandung menilai puas terhadap fasilitas interpretasi non-personal dengan nilai 77,2% atau cause for concern. Berdasarkan pengujian SPSS 21.0 for windows, hasil diagram kartesius menunjukan bahwa pengunjung sangat mementingkan indikator panel, kejelasan Bahasa dalam brosur, kemudahan dalam memperoleh brosur, dan kondisi fisik media televisi dan dapat mempengaruhi pengunjung untuk melakukan repeat visiting.. Adapun rekomendasi untuk pengelola museum adalah untuk lebih memperhatikan indikator-indikator yang dianggap penting oleh pengunjung untuk dipertahankan dan memperbaiki indikator-indikator yang dianggap kurang oleh pengunjung sehinga dapat meningkat kepuasan pengunjung yang berkunjung di Museum Pos Bandung. Kata Kunci: Interpretasi Non-Personal, Kepuasan Pengunjung, dan Museum Pos Bandung en_US
dc.subject Marketing en_US
dc.title Fasilitas Interpretasi Non-Personal Dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan PEngunjung Di Museum Pos Bandung en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search STPB Repository


Browse

My Account